Hidup Bahagia

Bekal Meraih Hidup Bahagia

1. Iman dan Amel saleh. â??Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakanâ? (An-Nahl: 97) Sesungguhnya perkara seorang muâ??min itu menakjubkan, karena semua perkara yang dialaminya adalah baik; jika mendapatkan kesenangan dia bersyukur, maka hal itu menjadi baik baginya, jika mengalami kesulitan dia bersabar, maka hal itu menjadi baik baginya, dan hal seperti itu tidak terdapat kecuali pada diri seorang muâ??minâ? (Riwayat Muslim) â??Dan bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabarâ? (Al-Anfal: 46).
2. Berbuat Baik sesama makhluk. Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka,kecuali bisiskan dari orang-orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat maâ??ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besarâ? (An-Nisa: 114)
3. Sibuk dengan pekerjaan atau ilmu yang bermanfaat
4. Memusatkan pikiran untuk melakukan pekerjaan hari ini dan tidak dihantui oleh pikiran pikiran masa depan atau kesedihan masa lalu. â??Berusahalah untuk meraih apa yang bermanfaat untukmu, mintalah pertolongan Allah dan janganlah engkau lemah. Jika ada sesuatu yang menimpamu, maka jangan engkau katakan: Seandainya saya kerjakan ini niscaya akan jadi begini dan begitu, akan tetapi katakanlah bahwa Allah yang telah menetapkannya, apa yang Dia kehendaki Dia perbuat. Karena sesungguhnya (kata-kata) â??seandainyaâ? membuka peluang bagi perbuatan setanâ? (riwayat Muslim)
5. Memperbanyak dzikir kepada Allah ta`ala. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hatimenjadi tentramâ? (Ar-Raâ??du: 28).
6. Sering menyebut nikmat2 Allah baik yang nampak maupun yang tersembunyi.
7. Melihat orang2 yang berada dibawahnya dan tidak melihat orang2 yang diatasnya. â??Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat orang-orang yang berada diatas, karena hal tersebut lebih memungkinkan untuk tidak mengabaikan nikmat-nikmat Allah atas kalianâ? (Riwayat Bukhori dan Muslim)
8. Melupakan berbagai penderitaan masa lalu yang tak dapat ditolak.
9. Berdo`a dengan do`a yang dipanjatkan rasulullah. â??Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang merupakan pelindung perkaraku, perbaikilah bagiku duniaku yang merupakan tempat kehidupanku, perbaikilah akhiratku yang disana tempat kembaliku, jadikanlah kehidupan ini sebagai sarana bagiku untuk menambah kebaikan, dan kematianku sebagai tempat istirahat dari segala keburukanâ?. (Riwayat Muslim) â??Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan, maka janganlah Engkau serahkan (urusan)-ku kepada diriku walau sekejap mata, perbaikilah semua urusanku, tiada ilah selain Engkauâ? (Riwayat Abu Daud dengan sanad yang shahih)
10. Memperkirakan kemungkinan buruk yang akan menimpanya kemudian menguatkan  diri untuk siap menerimanya
11. Tidak panik dan larut dalam bayangan2 buruk
12. Bergantung pada Allah dan bertawakal kepadanya â??Siapa yang bertawakkal kepada Allah maka niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nyaâ? (At-Thalak: ayat :3)
13. Pandai dalam bergaul. â??Hendaklah seorang muâ??min laki-laki (suami) tidak mencela muâ??min wanita (istri), jika dia membenci salah satu prilakunya, masih ada prilaku lainnya yang dia ridhoiâ? (Riwayat Muslim)
14. Tidak tenggelam dalam kesedihan mendalam
15. Membandingkan kenikmatan yang diterima dengan kesulitan yang diderita
16. Perilaku buruk orang lain terhadap anda sesungguhnya merugikan dirinya sendiri
17. Berpikir positif
18. Tidak mengharapkan balasan dan penghormatan kecuali dari Allah â??Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasihâ?(Al-Insan: 9)
19. Menjadikan semua hal bermanfaat berada didepan mata anda dan berusaha merealisasikannya
20. Mengatasi masalah saat itu juga untuk kemudian berkonsentrasi terhadap masa depan
21. Mendahulukan perbuatan yang paling penting dan paling disukai

Wal hamdulillah.Semoga bermanfaat.

Tulisan ini diringkas dari e-book “Meraih Hidup bahagia (Cara efektif mengatasi peoblem)”.
Oleh:Syeikh Abdur Rohman bin Nasir As-Saadi
Penerjemah:Abdullah Haidir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: