Motivasi Islam Dalam Pengembangan Teknologi

Dalam rangka tugas kekhalifahannya, manusia terus berupaya dan berusaha mencari tahu bagaimana cara memanfaatkan alam yang terhampar luas ini. Bukanlah Allah telah menyediakan alam semesta untuk manusia. Bersumber pada ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran) Allah SWT di alam raya ini, akal manusia melahirkan banyak sekali cabang ilmu-ilmu kealaman yang  terkait dengan benda-benda mati seperti ilmu astronomi,  fisika, biologi, kimia dan lain-lain.

Jika menurut batasan bahwa teknologi adalah hal yang berkaitan dengan cara menerapkan sains untuk memanfaatkan alam bagi kesejahteraan dan kenyamanan manusia, mengundang kita untuk menengok kepada sekian banyak ayat Al‑Qur’an yang berbicara tentang alam raya. Sekitar 750 ayatnya berbicara tentang alam raya dan fenomenanya. Berulang‑ulang Al-Qur’an menyatakan bahwa alam raya ini diciptakan dan ditundukkan (sakhkhara) oleh Allah untuk manusia.

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ جَمِيْعًا مِنْهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ َلآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ.  (الجاثية: 13)

Artinya    :  “Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari‑Nya. Sesungguhya pada yang demikian itu benar‑benar terdapat tanda‑tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir”. (QS. al‑Jatsiyah (45) : 13).

Secara jelas Allah berfirman :

اللهُ لِأَجَلٍ مُسَمًّى يُدَبِّرُ اْلأَمْرَ يُفَصِّلُ اْلآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوْقِنُوْنَ (2)

وَهُوَ الَّذِي مَدَّ اْلأَرْضَ وَجَعَلَ فِيْهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَارًا وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ الَّذِي رَفَعَ السَّمَوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي فِيْهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ (3) سورة الرعد

ِArtinya:      (2)   Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam dan alas Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.

(3)   Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanyaa. Dan menjadikan padanya  semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (QS. Al-Ra’du (13): 2-3).

Alam ditundukkan bagi manusia bila manusia menguasai ilmu tentang aturan hukum-hukum yang diperlakukan Allah kepada alam semesta, apa yang kita kenal dengan sunnatullah. Sunnatullah bukanlah “hukum alah” yang secara otomatis berlaku dengan sendirinya secara alamiah tanpa ada yang menciptakannya, melainkan hukm itu ada bersamaan dengan penciptaannya oleh Yang Maha Pencipta:

… وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيْرًا (الفرقان : 2)

Artinya:      “Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dneganserapi-rapinya”. (QS. Al-Furqan (25):2)

Hukum‑hukum itu diciptakan Penciptanya bersamaan dengan penciptaan alam. Segala sesuatu di alam ini memiliki ciri dan hukum‑hukumnya tersendiri. Alam semesta ini juga sangat nyata berjalan dengan kokoh, rapi dan harmonis. Apa sebabnya? Dengan penyelidikan‑penyelidikan yang teratur dan terarah, yang diikuti dengan pengolahan yang seksama terhadap data­-data yang diperoleh, maka orang telah banyak menemukan apa yang dinamakan hukum‑hukum alam yang secara disiplin telah ditaati oleh semua benda. sebagai makhluk‑Nya di alam ini. Hal ini dinyatakan oleh Allah dalam firman‑Nya

… وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُوْنَ (ال عمران : 83)

Artinya: “… padahal kepada‑Nya lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah‑lah mereka dikembalikan”. (QS. Ali Imran (3) : 83).

Tak dapat diragukan lagi, bahwa ketaatan yang demikian itulah yang menyebabkan alam ini selalu tegak dengan kokoh, rapi dan harmonis. Setelah kita beriman kepada Allah, maka menjadi mudah bagi kita untuk menerima, bahwa hukum‑hukum alam ini adalah sunnatullah atau aturan Allah yang telah dicipta­kan dan diberlakukan bagi makhluk‑Nya yang tidak berubah‑ubah sebagaimana dinyatakan dalam firman‑Nya.

… فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللهِ تَبْدِيلاً وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللهِ تَحْوِيلاً (فاطر:43)

Artinya: “Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnatullah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnatullah itu” (QS. Fathir (35): 43).

Dalam ayat yang lain Allah SWT menyatakan:

وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ (7)

أَلاَّ تَطْغَوْا فِي الْمِيْزَانِ (8)

Artinya:      (7)   Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan dan keseimbangan).

(8)   Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu (QS. Ar-Rahman(55): 7-8).

Dengan demikian maka ketaatan pada hukum-hukum itu pada hakekatnya adalah ketaatan pada Allah sendiri, karena hukum dantata gerak segala benda di alam ini tidak lain dari ciptaan Allah jua, yang mencerminkan kehendak-Nya, sehingga dapat diambil konklusi bahwa alam semesta ini mempunyai sifat umum (general property) berupa ketaatan kepada Allah. Sifat ini sebenarnya sangat penting untuk menjadi pelajaran bagi manusia, karena manusia pun yang merupakan bagian dari makhluk sama halnya dengan alam ini, juga wajib mempunyai sifat ketaatan kepada Pencipta-Nya. Kalau tidak, maka hal itu merupakan pelanggaran yang sangat membahayakan bagi kehidupan manusia sendiri. Inilah salah satu makna yang terkandung dalam firman‑Nya yang mempertanyakan keingkaran manusia meskipun dia diberikan kebebasan.

  1. أَفَغَيْرَ دِيْنِ اللهِ يَبْغُوْنَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُوْنَ. (آل عمران : 83)

Artinya:      “Maka apakah mereka mencari agama (aturan, hukum, pedoman) yang lain dari agama Allah, padahal kepada‑Nya‑lah berserah diri (Islam) apa yang ada di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah‑lah mereka dikembalikan. (QS. Ali Imran (3) : 83).

Namun manusia dari sisi lain berbeda, karena manusia telah diberikan potensi akal, pancaindera, dan kekuatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuannya serta menerapkannya menjadi nyata dalam teknologi. Kelebihan ini memberi manusia kesempatan untuk mengelola alam, bahkan ada kemampuan manusia untuk merubah dan melawan alam dengan mempelajari gerak dan sifat hukum alam itu sendiri.

Inilah bedanya manusia dengan makhluk lainnya, sehingga dengan akal pikirannya, dan kekuatan fisik serta pancainderanya dapat mengolah dan mendayagunakan hukum‑hukum alam ini menjadi sesuatu yang berguna. Sebagai contoh, air yang menurut hukum alamnya senantiasa mengalir ke bawah, dengan kekuatan pikirannya manusia telah menemukan cara dan alat untuk menggerakkan dan memancarkan air ke atas. Berbagai kekuatan yang nampaknya bahaya bagi manusia, dan dahulu disembah dan dipuji, kini manusia setelah mempelajari hukum-hukum alam itu, dapat menemukan berbagai alat hasil teknologi, yang memberikan kemudahan bagi manusia. Manusia umpamanya telah menemukan pembangkit listrik bertenaga air, uap,  angin, bahkan arus dan gelombang laut.

Karena manfaat ilmu dan teknologi, banyak segi kehidupan ini menjadi mudah. Dahulu untuk mengetahui waktu shalat umpamanya, umat Islam melihat kedudukan matahri langsung dengan mata kepala, akan banyak didapati banyak kesulitan umpamanya cuaca buruk, atau di tengah hutan atau di dalam tempat tertutup. Tapi sekarang cukup melirik posisi jarum jam yang melekat di pergelangan tangan. Untuk mengetahui kabar berita dari tempat yang jauh, dahulu orang harus berjalan berkilo-kilo meter tetapi dengan kemajuan teknologi, kini orang cukup mengangkat telepon, malah telepon digenggaman tangan, sehingga berapapun jauhnya berita akan disampaikan, dapat segera dikirim saat itu juga.

Penemuan-penemuan hukum lam yang tersebar di alam semesta ini pada gilirannya menggerakkan iptek lebih maju lagi di berbagai bidang, baik listrik, mekanik, elektronik, komunikasi, transportasi, penerbangan, bangunan, arsitektur dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: