PENGEMBANGAN TEKNOLOGI DALAM ISLAM

Pengertian Teknologi

Teknologi adalah kemampuan teknik dalam pengertiannya yang utuh dan menyeluruh, bertopang kepada pengetahuan ilmu‑ilmu alam yang bersandar kepada proses teknis tertentu. Sedangkan teknik adalah pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yang berkenaan dengan hasil industri (bangunan, mesin dsb).

Istilah teknik, berasal dari bahasa Yunani teknikos, artinya dibuat dengan keahlian. Secara luas, teknik adalah semua manifestasi dalam arti materiil yang lahir dari daya cipta manusia untuk membuat segala sesuatu yang bermanfaat guna mempertahankan kehidupan.

Dalam arti klasik teknik adalah ilmu pengetahuan dalam pengertian luas, yang bertopang kepada ilmu‑ilmu alam dan eksakta yang mewujudkan ilmu‑ilmu : perencanaan, konstruksi, pengamanan, utilitas, tepat guna, dan sebagainya dari semua bangunan teknik, sipil maupun militer.

Teknik sipil seperti gedung, kereta api, jalan raya, jembatan-jembatan, saluran air, bendungan, pelabuhan, lapangan terbang, bangunan, mesin, serta segala peralatan yang digunakan bagi kepentingan manusia di darat, laut dan udara. Teknik militer seperti : konstruksi perbentengan, mesin‑mesin untuk peperangan, bangunan pertahanan dan persenjataan serta peralatan peperangan. Kemudian timbul teknik mesin secara terpisah untuk merencanakan dan membuat mesin-mesin.

Pengertian teknik modern, meliputi lapangan-lapangan aeronautika, pertanian, kimia, sipil, elektro,  geologi, industri mesin-mesin, ilmu logam, fisika dan lain-lain. Teknik bahkan meliputi bidang industri, manajemen, perekonomian, kedokteran, pengobatan, fisika nuklir, kebudayaan,  kesenian, politik dan sosiologi (misalnya: social engineering).

Teknologi Sebagai Penerapan Sains

Teknologi adalah penerapan sains secara sistematik untuk memanfaatkan alam di sekelilingnya dan mengendalikan gejala-gejala yang dapat dikemudikan manusia dalam proses produktif dan ekonomis. Istilah sains berasal dari science yang merupakan penyebutan kelompok ilmu-ilmu pasti alam yang sangat erat kaitannya dengan penerapannya dalam bentuk teknologi. Sains dikembangkan untuk mempertahankan hidup, untuk mempermudah pekerjaan, atau untuk memperlancar hubungan dengan sesama manusia.

Munculnya sains dimulai dari adanya keingintahuan manusia akan segala sesuatu yang ada di hadapannya. Keingintahuan itu muncul karena adanya energi listrik, baik yang terdapat di dalam benda (objek) maupun yang ada di dalam diri manusia sendiri (sebagai subjek). Pengetahuan yang disusun cara sistematis dengan metode tertentu itulah yang kemudian disebut sebagai ilmu pengetahuan.

Ilmu Pengetahuan yang terdiri dari kata ilmu (science) dan pengetahuan (knowledge) merupakan suatu proses menemukan kebenaran pengetahuan. Karena. itu, ilmu pengetahuan harus mempunyai sifat ilmiah, yaitu pengetahuan yang diperoleh secara metodis, sistematis dan logis.

Metodis maksudnya adalah bahwa pengetahuan itu diperoleh dengan cara kerja yang terperinci, baik yang bersifat induktif maupun deduktif, sesuai dengan tahapan‑tahapan metode ilmu, misalnya dimulai dengan (1) observasi, (2) perumusan masalah, (3) pengumpulan dan pengklasifikasian data, (4) membuat generalisasi, (5) perumusan hipotesis, dan (6) membuat verifikasi.

Metode berasal dari, kata Yunani Hodos yang berarti cara atau jalan. Tujuan ilmu pengetahuan adalah memperoleh kebenaran. Dengan demikian, metode ilmu dapat diartikan sebagai jalan atau cara untuk memperoleh kebenaran. Sistematis maksudnya, pengetahuan tersebut merupakan suatu keseluruhan yang mandiri dari hal‑hal yang saling berhubungan sehingga dapat dipertanggung‑jawabkan. Logis artinya bahwa proposisi atau pernyataan yang satu dengan yang lain mempunyai hubungan yang rasional sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan yang rasional. Membuat verifikasi maksudnya adalah melakukan pengujian terhadap kebenaran ilmu pengetahuan tersebut. Karena itulah, ilmu pengetahuan mempunyai ciri dapat memprediksi atau meramalkan apa yang akan terjadi, dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang bersifat umum, dan dapat dibantah atas dasar pengamatan dan pemeriksaan.

Dapat diramalkan apa yang akan terjadi karena ilmu pengetahuan adalah hasil pemikirandan pengamatan manusia terhadap alam semesta yang tersusun padanya hukum-hukum Allah yang bersifat tetap, pasti, dan tidak berubah dan seimbang. Hukum-hukum Allah yang diberlakukan pada alam ini dikenal dengan “sunnatullah” atau hukum alam. Tetapi bukanlah hukum alamsebagai yang dipahami oleh kalangan materialisme, bahwa hukum-hukum itu secara mekanis dan otomatis berlaku pada alam serta ada dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakannya.

Sebagai suatu contoh, yang dihasilkan oleh pengamatan dan percobaan yang berkali-kali, jika air dipanaskan hingga 100 derajat C pasti akan mendidih. Maka dapat disimpulkan bahwa air yang dipanaskan 100 derajat akan mendidih. Meskipun dapat menghasilkan kesimpulan umum,  namun kesimpulan tersebut dapat dibantah. Jika terjadi pembuktian yang lain. Artinya, hukum-hukum yang diberlakukan oleh Sang Pencipta di alam ini bersifat pasti, dan seimbang, tiada cacat, tapi ilmu manusia sebagai hasil penyelidikannya terhadap ilmu Allah itu, memiliki kebenaran yang nisbi atau relatif bisa benar di suatu masa, tapi di masa lain dapat saja salah. Demikian juga ramalan, seperti ramalan cuaca umpamanya, tidak bersifat pasti, bisa benar dan bisa pula salah.

Teknologi Sebagai Alat

Mulanya manusia makan apa  yang ada disekitarnya, sebagai pemberian alam tanpa mengolahnya, seperti buah liar di hutan, daun-daunan, dan hewan-hewan yang bisa ditangkap tanpa alat dan memakannya tanpa dimasak. Lama-lama, manusia berpikir dan menemukan alat sederhana dari pecahan batu untuk menangkap hewan dan menemukan api untuk memasak daging. Dalam proses yang lama sekali, baru ditemukan alat memasak sederhana, dan setelah manusia maju, banyak ditemukan alat­-alat yang praktis untuk menghantar panas, sehingga memasak makanan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Sumber panas yang mulanya hanya api, setelah ditemukan listrik banyak alat ditemukan untuk mengolah beraneka macam kebutuhan, bukan saja untuk urusan makan dan minum, bahkan penerangan, elektronik, otomotip, dsb.

Dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan misalnya, manusia mulanya hanya memperoleh pengetahuan dengan melihat, mendengar, dan mengalami apa yang ada dan terjadi di sekitarnya. Kadang-kadang ia belajar dari hewan untuk melakukan dan memecahkan sesuatu persoalan yang rumit. Kadang seseorang dalam keadaan terdesak dapat menemukan suatu jalan untuk mengatasinya yang kemudian dapat ditiru atau diajarkannya kepada yang lain. Tapi banyak  pula cara yang ditemukan oleh gabungan pemikiran banyak orang dalam kelompoknya, sehingga dapat kita temukan beraneka cara yang berbeda‑beda dalam masyarakat tertentu dalam mengatasi suatu persoalan yang sama.

Manusia dalam berkomunikasi antara sesama kelompok dan kemudian dengan kelompok lain, mulanya hanya dengan isyarat, kemudian dengan kata‑kata sederhana, dan seterusnya manusia mulai menggunakan sandi‑sandi atau gambar‑gambar binatang sebagai permulaan berkomunikasi dengan tulis.

Setelah masyarakat manusia mulai banyak, dan kebutuhan berkomunikasi dengan berbagai kelompok diperlukan, digunakanlah alat tulis sederhana dengan bahan kertas dari daun, pelepah pohon, dan tulang-tulang, sebagai ganti dari cadas di dinding gua, dan lempingan batu. Alat tulis, mulanya sederhana pula diambil dari batu lunak, atau arang, ,dan kemudian ditemukan pena dari bulu ayam, atau bulu angsa. Kini setelah melalui proses panjang telah diproduksi beraneka macam pena, mesin tik, mesin cetak, dan bahkan sekarang ini komputer dan bahkan cetak jarang jauh.

Demikianlah proses panjang harus dilalui yang akhirnya di zaman teknologi ini berbagai alat ditemukan yang semuanya bermula dari penemuan-penemuan ilmu pengetahuan dengan dalil-dalilnya yang pasti, sehingga dapat diterapkan dalam bentuk teknologi nyata berupa alat-alat yang dapat mempermudah kehidupan umat manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: