Struktur Alam Semesta dan Teknologi Rancang Bangun

Munculnya alam semesta dari tidak ada menjadi ada merupakan suatu bukti terbesar dirancang bangunnya alam semesta. Hal ini membantu manusia dalam memahami arti kehidupan dan dalam memperbaiki sikap dan tujuannya. Alam semesta memiliki suatu awal yang terjadi karena adanya ledakan dari titik tunggal yang bervolume 0 (nol). Ledakan luar biasa dahsyatnya ini disebut “Big Bang” (Ledakan Dahsyat) yang menjadi awal dimulainya alam semesta. Volume 0 (nol) merupakan satuan teoritis yang dipergunakan untuk tujuan pemaparan. Struktur alam semesta muncul dari ketiadaan, dengan perkataan lain alam, semesta itu dirancang bangun (diciptakan).

Teori “Ledakan Dakyat ” ini menunjukkan bahwa pada awalnya semua struktur di alam semesta merupakan satu yang kemudian terpisah‑pisah. Hal ini yang ditunjukkan dengan teori Ledakan Dahsyat yang ditemukan. pada awal abad 20, yang telah dinyatakan dalam Al-Qur’an 14 abad yang lampau, ketika manusia masih memiliki ilmu pengetahuan yang snagat terbatas tentang alam semesta. Allah SWT telah berfirman:”Dan, apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiya’ (21):30).

Penelitian menunjukkan bahwa bintang-bintang dan galaksi-galaksi bergerak menjauh dari kita dan mereka saling menjauh satu dengan yang lainnya, maksudnya alam semesta ini saling meluas. Pada tahun 1929 pada Observatorium California Mount Wilson Hubble mendapatkan suatu penemuan terbesar dalam sejarah astronomi. Ketika mengamati bintang dengan teleskop raksasanya ia mendapati cahaya dari bintang-bintang tersebut ujung spektrumnya berubah menjadi merah. Hal ini berarti bahwa bintang-bintang itu menjauh dari bukti. Penemuan ini mempengaruhi dunia ilmu pengetahuan, karena menurut ilmu fisika yang sudah diketahui, spectrum cahaya yang bergerak mendekati tempat observasi cenderung mendekati warna lembayung, sedangkan spectrum cahaya berkerlip-kerlip yang menjauhi tempat observasi cenderung mendekati warna merah. Hal ini berarti bintang‑bintang dan galaksi‑galaksi itu menjauh dari kita secara tetap, maksudnya alam semesta ini meluas. Hal ini menyiratkan bahwa alam semesta terbukti berawal dari satu titik tunggal di masa lalu. Meluasnya alam semesta itu merupakan salah satu bukti terpenting bahwa struktur alam semesta dirancang bangun dari ketidakadaan. Allah SWT telah menjelaskan kepada kita di dalam Al-Qur’an pada 1400 tahun yang silam dalam firman‑Nya

وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوْسِعُونَ (الذاريات : 47)

Artinya :       “Dan, langit itu Kami bangun dengan kekuasaan Kami dan sesungguhnya Kami berkuasa. ” (QS. al‑ Dzaariyaat (51) : 47).

Pada tahun 1965, dua peneliti Arno Penzias dan Robert Wilson secara kebetulan menemukan gelombang radiasi dari kosmos. Radiasi ini disebut Latar Cosmos, tampaknya tidak dipancarkan dari sumber tertentu, yang merambat ke seluruh luar angkasa. Jadi, gelombang panas yang diradiasikan secara merata dari sekeliling luar angkasa tersebut adalah sisa yang tertinggal dari tahap awal. ledakan dahsyat. Hal ini suatu bukti lagi bahwa bumi dan langit dahulunya satu. Penzias dan Wilson mendapatkan penghargaan Nobel atas penemuan ini.

Pada tahun 1989‑an NASA mengirimkan COBE (Cosmic Background Explorer) ke ruang angkasa untuk meneliti radiasi Latar Cosmos. Hanya membutuhkan 8 menit, scanner satelit ini menguatkan pengukuran Penzias dan Wilson. COBE sudah menemukan sisa dari Ledakan Dahsyat yang terjadi pada permulaan alam semesta. Setelah itu dikirimkan temuan dari satelit COBE 2, menjelaskan perhitungannya dengan cermat berdasarkan COBE 1.

Salah satu bukti lain yang cukup penting adalah konsentrasi Hidrogen dan Helium di alam semesta sesuai dengan perhitungan yang merupakan sisa dari Ledakan Dahsyat itu. Jika alam semesta tidak mempunyai titik permulaan tentu saja unsur Hidrogennya telah berubah menjadi Helium.

Dengan bukti-bukti di atas maka konsep teori Ledakan Dahsyat dapat diterima oleh ilmu pengetahuan, sedangkan konsep zat kekal yang sesuai dengan gagasan Fred Hoyle terlempar jauh ke dalam tumpukan sampah sejarah. Walaupun demikian, semula ledakan cenderung berbahaya, menceraiberaikan dan merusak apa yang sudah ada. Jika kita mengetahui ada suatu tatanan yang teratur setelah terjadinya ledakan, kita dapat menyimpulkan bahwa ada campur tangan di belakang ledakan ini dan bahwa semua bagian yang tersebar karena ledakan itu bergerak dengan cara yang sangat terkontrol. Ledakan dahsyat ini ternyata bukan ledakan biasa,  melainkan ledakan yang besarnya tertata sangat tajam dan sangat indah. Dia-lah yang mengaturnya. Semuanya ini merupakan bukti kuat adanya perancang bangun Yang Maha Kuasa dan Maha Sempurna, yang menunjukkan kenyataan bahwa segala sesuatu itu menjadi ada sesuai dengan Kehendak-Nya, kapan saja Dia kehendaki. Hal ini sesuai dengan firman Allah di dalam Al-Qur’an yang menunjukkan hasil penciptaan-Nya, seperti dijelaskan dalam firman-Nya:

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضَ بِالْحَقِّ وَيَوْمَ يَقُوْلُ كُنْ فَيَكُوْنُ قَوْلُهُ الْحَقُّ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّوْرِ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَهُوَ الْحَكِيْمُ الْخَبِيْرُ (الأنعام : 73)

Artinya:      “Dan Dia‑lah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar Dan, benarlah perkataan‑Nya di waktu Dia berfirman “Jadilah “, lalu terjadilah, dan di tangan‑Nya lah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang tampak. Dan Dia‑lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui “. (QS. al‑Anam (6) : 73).

Kini manusia dengan kemajuan ilmu pengetahuannya dapat menguak tata aturan hebat yang biasa ditemui di alam semesta ini, tatanan hebat dimanapun kita memandang. Tentu saja, ada yang merancang bangun tatanan dan keserasian yang demikian teliti ini. Pemilik kekuatan besar ini adalah Allah SWT, yang telah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan. Allah SWT berfirman:

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُوْرٍ (3)ٍ

ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيْرٌ (4)

Artinya:      (3)   “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka, lihatlah berulang-ulang adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

(4)   Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadaMu dengan tidak menemukan sesuatu cacat pun dan penglihatanmu itu dalam keadaan payah” (QS. Al-Mulk (67):3-4).

Penelitian kita sejauh ini memperlihatkan bahwa sifat struktur alam semesta yang ditemukan ilmu pengetahuan menunjukkan keberadaan Allah SWT. Ilmu pengetahuan mengarahkan kita kepada kesimpulan bahwa struktur alam semesta memiliki pencipta dan bahwa perancang bangun ini Maha Sempurna dalam hal kekuasaan, kebijaksanaan,  dan pengetahuan. Agamalah yang memperlihatkan jalan kepada kita untuk mengenal Allah SWT. akan tetapi, tentu saja hal ini bukan merupakan persoalan bagi Islam, yang hanya bergantung pada wahyu murni dari Allah SWT. lebih-lebih agama Islam mendorong penyelidikan ilmiah dan mengumumkan bahwa penyelidikan struktur alam semesta merupakan metode untuk mengamati rancang bangun Allah SWT sesuai dengan firman Allah dalam:

أَفَلَمْ يَنْظُرُوْا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوْجٍ (6)

وَاْلأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيْجٍ (7)

تَبْصِرَةً وَذِكْرَى لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيْبٍ (8)

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيْدِ (9)

وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَهَا طَلْعٌ نَضِيْدٌ (10)

Artinya:     (6)   “Apakah mereka tidak melihat akan langit yang di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya, dan langit itu tidak mempunyai retak­-retak sedikitpun?

(7)   Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung‑gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata.

(8)   untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap‑tiap hamba yang kembali (mengingat Allah).

(9)   Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon‑pohon dan biji‑biji tanaman yang dapat dipanen,

(10)  dan pohon kurma yang tinggi‑tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun‑susun. ” (QS. Qaff (50): 6‑ 10).

Semua persoalan yang kita bahas sejauh ini sampai pada kesimpulan bahwa keberadaan alam semesta dan semua makhluk hidup tidak dapat dijelaskan dengan kebetulan. Semakin banyak kita belajar tentang struktur alam semesta, semakin tinggi penghargaan kita kepada tatanan yang tiada cacat ini. Semua rincian yang baru ditemukan melalui ilmu pengetahuan mendukung suatu rancang bangun dengan cara yang tidak terbantah. Sebagian ilmuwan lain yang menerima bahwa struktur alam semesta dirancang bangun oleh sang pencipta dan terkenal karena kontribusi mereka adalah:

  1. Robert Boyle sebagai bapak kimia modern
  2. Michael Faraday sebagai salah seorang fisikawan terbesar sepanjang masa
  3. Loius Pasteur seorang nama terbesar dalam bakteriologi, dan menyatakan perang terhadap darwinisme.
  4. Blaic Pascal salah seorang matematikawan yang terpenting
  5. Gregory Mandell seorang bapak genetika yang membatalkan Darwinisme dalam penemuannya dalam genetika
  6. George Cuiver sebagai penemu anatomi comparative
  7. Thomas Andersen sebagai salah seorang pelopor di bidang kimia organic
  8. John Rae nama terpenting dalam sejarah alam Inggris
  9. Matthew Mauray penemu oseanografi
  10. Nicolaus Steno penemu lapisan bumi yang terkenal

Sesungguhnya dengan pengamatan sepintas ke arah langit, kita merasa bahwa semua benda itu sangat stabil dan tetap, akan tetapi itu tidak benar karena terdapat kegiatan yang besar di langit. Fakta ini yang tidak terlihat oleh mata telanjang akan tetapi telah tercatat berabad‑abad yang lalu dalam al‑Quran. Demikian pula kalau kita perhatikan bintang, mereka merupakan sumber cahaya yang dipergunakan untuk navigasi. Jika suatu bintang terlihat dalam suatu tempat pada suatu malam dapat dijadikan patokan untuk menentukan arah. Pergerakan‑pergerakan dari semua benda di langit mempunyai suatu orbit yang tertata dengan baik. Menurut ilmu yang mutakhir diakui bahwa benda‑benda yang padat dan sangat besar di alam semesta memaksakan kekuatan grafitasinya kepada benda‑benda lain yang lebih kecil. Demikianlah bulan membuat orbit mengelilingi bumi yang mempunyai volume yang lebih besar. Bumi dan planet‑planet lainnya ditata surya ini bergerak di suatu orbit mengelilingi matahari, dimana ukuran matahari jauh lebih besar dari planet merkurius, venus, bumi, mars, yupiter, saturnus, uranus, neptunus, dan pluto. Masih ada suatu sistem besar lain yang dikelilingi oleh suatu orbit. Hal yang perlu kita kemukakan di sini bahwa tidak ada satupun bintang, planet, dan benda‑benda lainnya di angkasa yang bergerak secara tak terkendali, yang memotong orbit yang lain ataupun saling berbenturan. Allah berfirman di dalam al‑Qur’an yang mengisyaratkan pergerakan benda‑benda di struktur alam semesta secara serasi ini:

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْحُبُكِ (الذريات : 7)

Artinya:      “Demi langit yang mempunyai jalan‑jalan. “QS. al‑Dzariyat (51) : 7)

Matahari sebagai salah satu triliunan bintang di alam semesta, melakukan perjalanan lebih dari 17 juta kilometer setiap harinya di angkasa. Perjalanan matahari ini ditunjukkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ (يس : 38)

Atinya: “Dan matahari beredar di tempat peredarannya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui” (QS. Yaasin (36): 38).

Atmosfir bumi menghancurkan semua meteor besar maupun kecil yang mendekati bumi, menyaring sinar yang berbahaya di angkasa. Dengan demikian dia melaksanakan proses yang vital demi kelangsungan hidup manusia. Atmosfir bumi hanya membiarkan masuknya sinar-sinar, gelombang-gelombang radio dan cahaya-cahaya yang tidak berbahaya, sinar ultra violet yang hanya dibiarkan masuk sebagian oleh atmosfir sangat penting untuk fotosintesis tanaman dan kelangsungan semua makhluk hidup. Singkatnya terdapat suatu sistem hebat yang berfungsi di bumi yang mencakupi dan melindunginya dari bahaya luar. Di dalam Al-Qur’an keadaan bumi yang berperisai ini dikemukakan dalam firman-Nya:

وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوْظًا وَهُمْ عَنْ ءَايَاتِهَا مُعْرِضُوْنَ

الأنبياء : 32)

Artinya :     “Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang baik dan terpelihara tetapi mereka berpaling dari tanda‑tanda kekuasaan Allah yang terdapat padanya. (QS. at‑Anbiya’ (21) : 32).

Tidak pelak lagi, tidak ada yang lebih penting dari penciptaan langit dan bumi yang dirancang oleh Allah SWT seperti dinyatakan dalam firman‑Nya:

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لاَ أُحِبُّ اْلآفِلِيْنَ (76)

فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّيْنَ (77)

فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَاقَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُوْنَ (78)

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ (79) سورة الأنعام

Artinya: (76) “Tatkala malam menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Akan tetapi tatkala bintang itu terbenam, dia berkata : “Aku tidak menyukai segala yang terbenam”.

(77) Kemudian tatkala dia melihat bulan timbul ia berkata; “Inilah Tuhanku”. Akan tetapi setelah bulan itu terbenam, ia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat”.

(78) Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, ia berkata; “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar. Maka tatkala matahari itu terbenam, ia berkata “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari segala yang kamu persekutukan.

(79) Sesungguhnya kudahapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan” 9QS. Al-An-Am (6): 76-79).

Seperti yang kita lihat dari Nabi Ibrahim setiap orang yang mempunyai akal dan nurani dan yang lebih penting tidak menolak dengan lalim dan sombong, mampu memahami bahwa struktur alam semesta ini dirancang bangun dengan suatu perencanaan serta tatanan yang hebat.

Dengan demikian pikirkanlah hal-hal yang telah ِAllah anugerahkan, bahwa kita hidup dalam dunia yang sangat terencana sampai bagian-bagian yang terkecil sekalipun. Hanya Allah SWT yang memberi kita segala yang kita miliki dan merancang bangun struktur alam semesta tempat kita hidup. Yakinlah bahwa Dia betul-betul ada dan Dia sangat dekat dengan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: