Mengemis Kasih

Tuhan, dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta

Kini terhiritlah aku di lorong gelisah
Luka hati yang berdarah
kini jadi kian parah

Semalam sudah sampai ke penghujungnya
Kisah seribu duka kuharap sudah berlalu

Tak ingin lagi ‘ku ulangi kembali
gerak dosa yang menghiris hati

Tuhan, dosaku menggunung tinggi
Namun rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
hanyalah setitis ni’mat-Mu di bumi

Tuhan, walau taubat sering ku pungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah ku rapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: