SUDAH GILAKAH ANDA?

Penyakit kejiwaan memang kedengaran menakutkan. Tapi sebelum Anda lompat ke kesimpulan bahwa Anda menderita gangguan seperti itu, lebih baik temukan dan pelajari dulu apa yang sedang terjadi dengan otak Anda.Apa Anda hanya merasakan depresi ringan atau berat? Kekacauan karena gelisah atau kepanikan biasa? Terkadang hal itu sulit dijelaskan. Dan jika Anda percaya dengan banyak tingkatan, Anda mungkin telah berpikir buruk dan terlalu jauh. Salah satu penelitian menemukan bahwa sebagian besar orang Amerika menderita penyakit kejiwaan, seperti panik, phobia sosial, atau depresi dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, hasil statistik tersebut mungkin terlalu berlebihan, kata beberapa pakar.

Menurut Allan Horwitz, PhD, dan Jerome Wakefield, PhD, survey yang mempelajari tentang statistik penyakit kejiwaan (National Comorbidity Survey) telah mengalami banyak kekurangan. Pasalnya survey itu memberikan pertanyaan-pertanyaan yang jauh dari konteks, dan para pakar mengatakan analisa mereka di jurnal Organisasi Sosiologi Amerika mengkategorikan banyak orang termasuk ‘orang gila’.

 Terus, bagaimana cara untuk memisahkan penyakit kejiwaan dari pemikiran sendiri atau hal fiksi? “Punya pikiran skeptis hanya mengakibatkan Anda termasuk dalam kategori gejala kejiwaan, Anda mungkin juga mengidap penyakit itu,” kata Horwitz, yang juga menjabat sebagai profesor sosiologi di Rutger University.

Menurutnya, kesadaran saat Anda sedih karena putus cinta atau kehilangan pekerjaan adalah hasil dari sebuah situasi dan itu bukan tanda-tanda bahwa Anda menderita penyakit kejiwaan.Namun, gejala kejiwaan sendiri akan ada jika kejadian terjadi secara konsisten, atau Anda terlalu putus asa hingga depresi. Untuk itu, ia menyarankan agar segera menghubungi konsultan masalah kesehatan mental alias psikiater.

Ada tiga cara untuk menjauhkan Anda dari stress, yaitu:
1. Santai
Tak perlu terlalu mendramatisir keadaan jika memang Anda masih bisa mengatasi masalah. Semakin Anda berontak pada masalah, mungkin Anda akan terbawa jauh ke pemikiran yang buruk. Duduklah di kursi dengan punggung Anda lurus, santaikan kaki Anda, dengan telapak kaki datar di lantai. Biarkan mata Anda terbuka, fokus dengan pernapasan saat mengambil nafas panjang, biarkan darah yang mengalir di tubuh Anda lebih leluasa sehingga Anda akan menjadi lebih santai.

 2. Jernihkan Pikiran
Jangan biarkan masalah terlalu membebani kinerja otak Anda. Berusahalah untuk mendengar semua suara hingga Anda sadar dengan apa yang disebut ‘diam dari dalam’ atau ketenangan batin. Jaga kesehatan dan jangan biarkan masalah mengalahkan Anda.

 3. Tinggalkan Kesibukan Sementara Waktu
Jangan melakukan apa-apa yang bisa menambah tingkat stres Anda. Cari solusi, berkumpul dengan teman dan minta pendapat pada orang yang Anda percaya untuk menyelesaikan masalah. Jika masalah dirasa terlalu berat, tak ada salahnya Anda mengunjungi psikiater.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: